Powered by Blogger.

Mobile Menu

Bola

ShowBiz

Bisnis

Asian Games 2018

CPNS 2018

Liputan9

Liputan9
Liputan9

Menu Bawah

Populer

Follow Us

Advertisement

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

More News

logoblog

Pilkada DKI Jangan Memecah Belah Persatuan

18 April 2017


Wakil Ketua Umum Ormas MKGR Arman Amir meminta warga ibukota tetap kompak melaksanakan pilkada. Jangan sampai pilkada merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Arman meminta agar warga DKI, tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa dan tak terpecah hanya karena Pilkada.

"Tetap bersikap santun, jujur dan bermartabat.  Apapun hasilnya Pilkada, harus diterima dengan lapang dada oleh semua pihak termasuk juga para pendukungnya," katanya di Jakarta.

Politisi Partai Golkar ini bilang, harus dipahami bahwa dalam setiap kompetisi, akan selalu ada pihak yang kalah dan menang.  Jadi jangan bersikap berlebihan menyikapi hasil Pilkada.

Arman berharap, persaingan di dalam Pilkada serentak 2017 ini tidak sampai mengganggu kerukunan antarumat beragama dan antar etnis yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk.
Menurutnya, agar proses Pilkada berjalan lancar,  maka kita semua punya kewajiban untuk mengawal dan mengawasi jalannya Pilkada agar berjalan bersih dan bebas dari manipulasi.

Diingatkannya, jika memang ditemukan indikasi adanya kecurangan oleh pihak manapun saat pilkada, maka sebaiknya dilaporkan kepada pihak yang berwenang seperti KPU dan Bawaslu agar ditindaklanjuti. Tentu saja, laporan itu harus disertakan dengan bukti-bukti kuat yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Jangan sampai melakukan perbuatan mengintimidasi pihak lain. Jangan menyelesaikan masalah dengan membuat masalah baru. Pilkada ini pesta demokrasi, jangan kita rusak pesta dengan aksi kekerasan," imbaunya.

Arman tak lupa berharap, agar tim sukses calon dalam pilgub DKI mampu membimbing rakyat dengan intelektualitas agar bisa memilih dengan hati nurani, tanpa perlu adanya intimidasi.
Arman mengingatkan, kehidupan bernegara dan berbangsa ini bukan hanya saat pilkada, oleh karena itu persatuan bangsa jangan dipertaruhkan.

"Kita tidak boleh terpecah belah. Bangsa Indonesia harus menjadikan pilkada sebagai instrumen untuk kemajuan bersama," pungkasnya.