Powered by Blogger.

Mobile Menu

Bola

ShowBiz

Bisnis

Asian Games 2018

CPNS 2018

Liputan9

Liputan9
Liputan9

Menu Bawah

Populer

Follow Us

Advertisement

Top Ads

Responsive Leaderboard Ad Area with adjustable height and width.

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

More News

logoblog

Golkar: Demo Jangan Rusuh Ya...

03 November 2016

Politisi muda Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Umum Ormas MKGR Arman Amir mengimbau warga masyarakat yang hendak mengikuti aksi demo 4 November untuk tertib dan mematuhi aturan.

"Jangan merusak barang atau fasilitas umum. Hindari aksi kekerasan fisik terhadap kelompok tertentu ketika demo tentang Ahok," katanya kepada wartawan di Jakarta. 

Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar ini bilang, demo menggunakan cara-cara kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan. Justru sebaliknya, menimbulkan kerugian bagi semua pihak.

"Kalau fasilitas umum rusak yang rugi kan rakyat juga, pemerintah juga harus keluar anggaran lagi untuk perbaikan. Demo rusuh, lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya," cetusnya. 

Arman juga mewanti-wanti aparat Kepolisian yang mengamankan demo tidak melakukan aksi kekerasan terhadap para pendemo. Dia minta polisi mengawal pengunjuk rasa dengan cara-cara yang simpatik.

"Nggak perlu pajang-pajang senjata laras panjang di depan demonstran. Sikap reaktif dikhawatirkan justru memicu efek yang negatif dari demonstran," ujarnya. 

Dalam kesempatan ini Arman tak lupa menyampaikan, agar polisi mengusut tuntas kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok dengan profesional. Polisi jangan termakan pengiringan opini dari penguasa ataupun dari pihak yang tidak suka terhadap Ahok.

"Tegakkan hukum sesuai koridor saja. Jangan tegakkan hukum berdasarkan request pihak tertentu. Polisi harus tunjukkan bahwa mereka bisa dipercaya dalam penegakan hukum," ujarnya.

Menurutnya, ada kemungkinan partisan parpol ikut turun dalam demo. Bahkan, pimpinan DPR, ketua partai politik, dan sejumlah tokoh bangsa pun bisa juga ikut demo. 

"Kedewasaan, dan pemahaman besar hidup masyarakat Indonesia yang suka gotong-royong dan akur harus terus dijaga dalan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.